Pemprov Kaltim Perkuat Dukungan Biaya Hidup Mahasiswa Gratispol Lewat Kolaborasi Daerah

Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji

Samarinda: Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) menegaskan komitmennya memperkuat pelaksanaan program bantuan pendidikan Gratispol, termasuk dukungan untuk kebutuhan biaya hidup mahasiswa.

Setelah memastikan biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT) ditanggung provinsi, Pemprov kini mendorong sinergi dengan pemerintah kabupaten dan kota agar mahasiswa penerima bantuan dapat menempuh pendidikan tanpa terbebani biaya tempat tinggal dan makan.

Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, mengatakan beberapa mahasiswa asal kabupaten tertentu masih menghadapi kesulitan biaya hidup saat menempuh kuliah di kota besar seperti Samarinda dan Balikpapan.

“Mereka sudah mendapatkan bantuan UKT, tetapi masih ada yang kesulitan membayar tempat tinggal. Ini harus kita atasi bersama,” ujarnya di Samarinda beberapa waktu lalu.

Menurut Seno, pemanfaatan fasilitas asrama milik kabupaten/kota menjadi solusi penting untuk menekan biaya mahasiswa. Selain itu, dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dari perusahaan lokal dapat dikelola pemerintah daerah untuk membantu mahasiswa, misalnya membiayai kos atau kebutuhan makan mereka.

Ia menambahkan, tahun 2025 merupakan tahap awal implementasi Gratispol untuk UKT, sehingga program penyempurnaan living cost akan dimulai secara bertahap pada 2026.

Seno menekankan bahwa keberhasilan program ini memerlukan koordinasi lintas pemerintah agar beban pembiayaan tidak sepenuhnya dipikul provinsi.

“Kolaborasi ini penting agar mahasiswa dapat belajar dengan fokus tanpa khawatir soal biaya,” tegasnya.

Lebih lanjut, Seno berharap dukungan ini memastikan seluruh mahasiswa Kaltim, baik dari kabupaten maupun kota, bisa menempuh pendidikan tinggi secara nyaman.

Program ini tidak hanya membantu mahasiswa dalam jangka pendek, tetapi juga mempersiapkan mereka untuk kembali memberi kontribusi positif bagi daerah setelah lulus.

Dengan langkah ini, Pemprov Kaltim menunjukkan keseriusannya memastikan pendidikan tinggi yang inklusif dan berkelanjutan.

“Ya sehingga setiap mahasiswa memiliki kesempatan sama untuk meraih prestasi akademik dan masa depan yang lebih baik,”tutupnya.

FR/ADV/Diskominfo Kaltim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *