
SAMARINDA — Program bantuan pendidikan GratisPol kembali mendapat perhatian publik setelah banyak mahasiswa menyampaikan manfaat nyata dari program yang digagas Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur tersebut. Salah satunya datang dari Amalia Setyo Rahmawati, mahasiswi asal Samarinda yang mengaku terbantu secara signifikan berkat bantuan biaya pendidikan senilai Rp5 juta.
Amalia, lulusan MA Salafiyah syafiiyah tebuireng jombang, menceritakan bahwa ia pertama kali mengetahui program GratisPol dari berita yang beredar dan informasi dari orang tuanya. Saat itu, ia belum diterima di universitas sehingga mulai mencari tahu lebih jauh tentang skema pendaftarannya. Tidak lama kemudian, dirinya dinyatakan lolos masuk perguruan tinggi melalui jalur mandiri—jalur yang menurutnya membutuhkan biaya cukup besar bagi keluarganya.
Ketika pengumuman pendaftaran beasiswa dibuka, Amalia segera mengikuti arahan untuk mendaftar melalui situs resmi GratisPol. Proses pendaftaran berlangsung cukup mudah baginya. Ia hanya perlu mengisi data diri, menandatangani sejumlah berkas, serta membubuhkan materai sesuai ketentuan, termasuk surat pernyataan tidak menerima beasiswa lain dan komitmen menjadi warga Kalimantan selama tiga tahun.
Setelah seluruh data diverifikasi, Amalia menunggu sekitar satu bulan hingga akhirnya pengumuman resmi diterbitkan pada 24 Juli. Pada saat itu, namanya tercantum sebagai salah satu penerima bantuan GratisPol.
“Alhamdulillah, bantuan ini sangat membantu kondisi ekonomi keluarga saya. Rasanya lega sekali karena bisa meringankan beban biaya kuliah,” ujarnya saat ditemui.
Ia menyebut banyak pendaftar memiliki peluang besar diterima, meski beberapa rekannya masih menunggu proses validasi. Meski demikian, Amalia berharap mereka juga segera menerima kabar baik.
Menurutnya, kehadiran program GratisPol memberikan dorongan besar bagi mahasiswa di Kaltim untuk tetap melanjutkan pendidikan tanpa khawatir pada kendala biaya. Ia berharap program ini bisa terus berjalan setiap tahun agar semakin banyak mahasiswa yang merasakan manfaatnya.
“Program ini benar-benar bermanfaat dan memberi semangat baru. Harapan saya, GratisPol terus berlanjut supaya tidak ada lagi yang terhalang kuliah karena masalah ekonomi,” tambahnya.
Program GratisPol sendiri merupakan salah satu upaya Pemprov Kaltim dalam memperluas akses pendidikan tinggi, terutama bagi mahasiswa yang membutuhkan dukungan biaya. Pemerintah menekankan pentingnya ketelitian dalam pendaftaran agar seluruh bantuan dapat tersalurkan tepat sasaran.
Dengan berbagai testimoni positif seperti yang disampaikan Amalia, program GratisPol semakin menunjukkan perannya sebagai instrumen penting dalam pemerataan kesempatan pendidikan di Kalimantan Timur.
HR/ADV/Diskominfo Kaltim
