Kaltim Gencarkan 10 Sekolah Baru Hingga 2027

Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim, Armin

Samarinda: Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim menargetkan pembangunan 10 sekolah baru hingga tahun 2027, dengan fokus utama pada wilayah Tertinggal, Terdepan, Terluar (3T) dan daerah perbatasan yang selama ini minim layanan pendidikan.

Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim, Armin, mengatakan bahwa pembangunan sekolah baru ini berujuan untuk mewujudkan pemerataan pendidikan di seluruh kabupaten/kota.

“Ada 10 sekolah yang kita targetkan sampai 2027 selesai,” ujar Armin Kamis, 27 November 2025.

Kesepuluh sekolah tersebut akan tersebar di tujuh daerah yakni Paser 2 sekolah, Penajam Paser Utara 1 sekolah, Balikpapan 2 sekolah, Berau 2 sekolah, Kutai Timur 1 sekolah dan Kutai Kartanegara 2 sekolah.

Pembangunan ini diarahkan spesifik ke daerah-daerah yang sebelumnya sulit dijangkau.

Selain penambahan sekolah baru, Disdikbud juga memprioritaskan revitalisasi sekolah yang kondisinya tidak layak.

“Tidak boleh ada lagi sekolah jelek. Kalau ada, itu yang harus kita benahi,” kata Armin dengan nada tegas.

Untuk menjangkau wilayah paling terpencil, seperti Siluq dan Bentian, Pemprov akan membangun sekolah dengan konsep boarding school (sekolah berasrama).

“Tujuannya supaya anak-anak dari wilayah 3T dan remote bisa sekolah. Ke depan, kita perkuat boarding,” ujarnya.

Pembangunan sekolah juga dapat dilakukan melalui pendirian unit sekolah baru di daerah padat penduduk atau wilayah perbatasan provinsi, terutama yang jaraknya jauh dari sekolah induk.

“Misalnya di Siluq atau Bentian yang berbatasan dengan Kalteng, kita bisa bangun di situ agar anak-anak tidak jauh ke sekolah,” jelasnya.

Selain itu, pemenuhan tenaga pendidik juga dilakukan dengan mengutamakan tenaga lokal dan memanfaatkan skema BOSDA (Bantuan Operasional Sekolah Daerah). Saty guru nantinya dapat mengampu hingga tiga mata pelajaran sesuai klaster.

Saat ini dua sekolah di Paser sedang dalam tahap pembangunan dan ditargetkan selesai tahun depan. SMAN 47 Balikpapan sudah mulai operasional meskipun belum tuntas sepenuhnya. Setiap sekolah baru akan dimulai dengan dua Rombongan Belajar (Rombel) dan bertahap ditingkatkan menjadi enam rombel.

Pembangunan sekolah baru ini juga merupakan upaya Pemprov Kaltim dalam meningkatkan kualitas pendidikan, sekaligus mendukung keberhasilan Program Gratispol Pendidikan.

“Kita ingin generasi emas kita betul-betul mendapatkan akses pendidikan yang layak Ini bagian dari mendukung program Gratispol dari Pak Gubernur,” pungkasnya.

FR/ADV/Diskominfo Kaltim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *