Perkuat Realisasi Jospol, Pemprov Kaltim Akan Bangun Lab OKKPD 2027 Mendatang

Kepala DPTPH Provinsi Kaltim Siti Farisyah Yana


Samarinda: Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) melalui Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura (DPTPH) akan membangun Laboratorium Otoritas Kompeten Keamanan Pangan Daerah (OKKPD) di kota Samarinda pada 2026-2027 mendatang,

Kepala DPTPH Provinsi Kaltim Siti Farisyah Yana mengatakan, bahwa pembangunan laboratorium OKKPD ini masuk dalam program unggulan Jospol Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud-Seno Aji.

“Pembangunan Lab OKKPD ini di 2026 akan kita rancang dulu dan 2027 kira running (jalankan),” katanya di Halaman Parkir Gelora Kadrie Oening Sempaja Samarinda jalan Wahid Hasyim (17/11/2025).

Laboratorium ini akan berfungsi sebagai pusat pengujian dan pengawasan mutu serta keamanan pangan segar, sebelum produk-produk tersebut dipasarkan maupun dikonsumsi masyarakat.

Yana menjelaskan, laboratorium OKKPD di Kaltim ini diprediksi menjadi satu-satunya laboratorium pengujian mutu pangan segar di Indonesia.

“Laboratorium tu gak ada di provinsi lain, nanti dari kabupaten/kota di Kaltim dapat mengirim sampelnya ke kita (untuk di uji) ,”jelasnya.

Dengan adanya laboratorium OKKPD ini menjamin pangan segar yang dikonsumsi masyarakat terjaga dan aman serta menjadi investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi emas yang sehat dan berkualitas pada 2045 mendatang.

“Dimana generasi emas harus dilindungi dari makanan yang terkontaminasi bahan kimia,” ucapnya.

Saat ini, paparan zat kimia dalam rantai makanan segar menjadi ancaman. Yana menyoroti maraknya penggunaan bahan-bahan kimia yang berdampak buruk pada kesehatan masyarakat.

“Sekarang banyak sekali makanan yang terkontaminasi pestisida, pengawet, dan sebagainya. Bahkan pernah ada kasus, anggur ditemukan ada pestisidanya,”ucapnya.

Ia menjelaskan Lab OKKPD ini berfokus pada pemeriksaan pangan segar di tingkat hulunya.

“Kita harus memiliki lab ini agar makanan yang dikonsumsi generasi muda itu dipastikan aman sejak awal mentahnya,” ujarnya.

Selain pengujian, DPTPH Kaltim juga aktif melakukan sosialisasi dan edukasi kepada para petani untuk memastikan budidaya pangan segar, buah dan sayur mereka bebas dari bahan kimia berbahaya.

“Kita akan sosialisasi kepada para petani, agar bagaimana sebelum di panen, pangan segar tersebut jangan di semprot pestisida dulu,” pungkasnya.

FR/ADV/Diskominfo Kaltim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *