Semenjak Ada Gratispol, Minat Masyarakat Daftar Kuliah di Unmul Naik Drastis

Wakil Raktor III Unmul Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Prof Moh. Bahzar

Samarinda: Program bantuan pendidikan Gratispol dari Pemerintah Provinsi Kaltim berhasil menarik minat luar biasa dari masyarakat untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi. Di Universitas Mulawarman (Unmul), program ini disebut-sebut sukses menaikkan jumlah pendaftar secara signifikan.

Wakil Raktor III Unmul Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Prof Moh. Bahzar menerangkan bahwa program Gratispol sangat membantu meringankan beban Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi mahasiswa di Kaltim.

“Gratispol sudah menjadi trending topic, karena tidak semua provinsi bisa melakukan ini. Tentu kita dukung upaya pemerintah untuk mencerdaskan anak bangsa,” kata Bahzar (27/11/2025)

Bahzar menyebut, adanya program pendidikan gratis ini berdampak langsung pada peningkatan animo masyarakat Kaltim yang ingin melanjutkan pendidikan. Jumlah pendaftar Unmul meningkat tajam dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

“Meningkat, baik jalur SNBP (Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi), UTBK-SNBT (Ujian Tulis Berbasis Komputer-Seleksi Nasional Berdasarkan Tes), dan SMMPTN (Seleksi Mandiri Masuk Perguruan Tinggi Negeri). Namun untuk kuliah di Unmul tentu ada usaha, dan ada persaingan,” ujar Bahzar.

Dari tiga jalur masuk yang tersedia, Bahzar menyampaikan lima fakultas yang paling diburu masyarakat Kaltim adalah Fakultas Kedokteran, disusul Fakultas Farmasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL), serta Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB).

Bahzar menjelaskan, besaran UKT di Unmul bervariasi tergantung jurusan, fakultas, dan kondisi ekonomi orang tua. UKT paling rendah dimulai dari Rp500 ribu per semester.

“UKT itu sesuai grade (nilai dari fakultas A dan B). Jadi (UKT) tidak bisa di kurang-kurangi. Namun, UKT rata-rata Rp3 juta per semester dan (mahasiswa) paling tingkat bawah ada lagi Rp500 ribu,” terang Bahzar.

Program Gratispol secara nyata meringankan beban UKT, namun bantuan ini memiliki batas maksimal untuk jenjang S1, bantuan yang diberikan Pemprov Kaltim Rp5 juta, kemudian S2 Rp10 juta dan S3 Rp15 juta. Dengan jumlah 8 semester untuk jenjang S1, kemudian 4 semester untuk jenjang S2 dan 6 semester untuk jenjang S3.

“Bantuan UKT ini juga provinsi kasih Rp5 juta (jenjang S1). Tapi UKT mahasiswa misalkan Rp7,5 juta. Sisanya (2,5 juta) tetap jadi tanggung jawab orang tua. Jadi mahasiswa bayar dulu nanti dikembalikan Pemprov,” pungkasnya.

FR/ADV/Diskominfo Kaltim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *