Beasiswa Gratispol Beri Rasa Aman Finansial bagi Mahasiswa Baru STMIK Samarinda

Dewi Safitri, mahasiswi Sistem Informasi STMIK Samarinda


Samarinda: Program bantuan pendidikan Gratispol menjadi harapan baru bagi mahasiswa baru di Kalimantan Timur. Salah satunya dirasakan Dewi Safitri, mahasiswi Sistem Informasi STMIK Samarinda semester satu, yang kini dapat menempuh kuliah tanpa beban finansial setelah dinyatakan lolos sebagai penerima beasiswa tersebut pada Oktober 2025.

Dewi memperoleh bantuan penuh Uang Kuliah Tunggal (UKT) sebesar Rp4 juta per semester. Beasiswa ini mencakup seluruh biaya kuliahnya, sehingga ia dapat fokus pada proses adaptasi, membeli perlengkapan kuliah seperti laptop, serta mengikuti berbagai kegiatan kampus.

“Sebelumnya saya khawatir soal biaya, sekarang saya bisa belajar dengan tenang,” katanya.

Beasiswa ini juga berdampak pada kesehatan mental dan kepercayaan dirinya. Dewi kini lebih aktif mengikuti diskusi kelas, bergabung dalam organisasi mahasiswa, hingga mulai mengasah keterampilan dasar pemrograman.

Ia mengatakan, waktu yang sebelumnya tersita untuk memikirkan biaya, kini dapat digunakan untuk belajar dan menjalin relasi positif di lingkungan kampus.

Informasi mengenai beasiswa Gratispol pertama kali ia dapatkan saat sosialisasi pihak kampus di acara sekolah pada Juli 2025. Proses pendaftaran dinilainya mudah diakses, baik melalui situs resmi maupun dukungan hotline dan kampus.

“Setelah mengunggah dokumen dan menunggu kurang lebih dua bulan, saya akhirnya dinyatakan lolos sebagai penerima,” ucapnya dengan haru.

Lahir dari keluarga sederhana di Samarinda, ayahnya bekerja sebagai buruh dan ibunya sebagai ibu rumah tangga, Dewi merasa program ini sangat tepat sasaran.

Ia berharap pemerintah dapat terus meningkatkan anggaran serta memperluas jangkauan sosialisasi hingga ke kampus pinggiran.

“Jika ditambah dukungan psikologis untuk mahasiswa baru, manfaatnya pasti semakin besar,” ujarnya.

Dewi bertekad menyelesaikan studi di bidang Sistem Informasi dan berkarier di dunia teknologi, khususnya pada analisis data, pengembangan sistem, atau manajemen proyek.

Ia ingin berkontribusi melalui inovasi digital yang dapat membantu masyarakat, terutama di bidang pendidikan dan pelayanan publik.

Dewi juga menyampaikan pesan kepada mahasiswa lain untuk terus semangat meraih pendidikan tinggi.

“Manfaatkan setiap kesempatan. Tantangan itu bagian dari proses menuju masa depan yang lebih baik,” tutupnya.

FR/ADV/Diskominfo Kaltim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *