Kaltim Lakukan Revitalisasi 4.860 Posyandu, Komitmen Turunkan Stunting

Wakil Gubernur Provinsi Kaltim, Seno Aji


Samarinda: Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) mempercepat langkah penurunan stunting dengan merevitalisasi lebih dari 4.860 Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu). Upaya ini juga dikaitkan dengan penguatan Program Kesehatan Gratispol di daerah yang menyasar seluruh layanan kesehatan hingga ke tingkat desa.

Wakil Gubernur Provinsi Kaltim, Seno Aji di Samarinda menekankan pentingnya peran Posyandu sebagai garda terdepan dalam pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya bagi ibu hamil dan menyusui.

“Fungsi Posyandu harus dimaksimalkan kembali agar manfaatnya besar untuk kesehatan masyarakat, terutama dalam mendeteksi dan mengintervensi kasus stunting sejak dini,” katanya (13/11/2025).

Menurut Seno, pengaktifan ribuan Posyandu akan memudahkan koordinasi antara Pemprov dan pemerintah kabupaten/kota. Ia menekankan revitalisasi ini menjadi bagian penting dari operasional Program Kesehatan Gratis yang menitikberatkan pada layanan dasar, edukasi gizi, dan pendampingan keluarga berisiko stunting.

Melalui Posyandu, pemetaan indikasi kasus stunting dapat dilakukan dengan lebih akurat, termasuk di wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T) seperti Mahakam Ulu dan Penajam Paser Utara.

Sedangkan, di daerah dengan prevalensi stunting tinggi, Pemprov akan memberikan bantuan khusus dan menerjunkan tim ahli.

“Kami siap melakukan intervensi mendalam untuk mengetahui penyebab tingginya angka stunting di daerah tersebut,” tegas Seno Aji.

Sinergi pencegahan stunting juga melibatkan perusahaan melalui Corporate Social Responsibility (CSR). Dukungan ini dapat digunakan untuk operasional Posyandu, pengadaan alat kesehatan, hingga kegiatan edukasi masyarakat, sejalan dengan perluasan jangkauan program kesehatan Gratispol

Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, Jaya Mualimin, memaparkan data bahwa dari total 4.860 Posyandu, hanya 2.868 unit yang aktif, sementara 1.922 unit lainnya tidak beroperasi secara optimal.

“Kami siap mengaktifkan kembali seluruh Posyandu ini untuk mendukung penuh upaya pencegahan stunting,” kata Jaya Mualimin.

Revitalisasi ini selaras dengan Gerakan Aktifkan Posyandu 2024 yang digagas oleh Kementerian Kesehatan.

“Dengan aktifnya Posyandu tidak hanya berfungsi sebagai tempat penimbangan balita, tetapi juga pusat edukasi dan konseling gizi bagi orang tua,” pungkasnya.

FR/ADV/Diskominfo Kaltim

Exit mobile version