
Samarinda – Adrian Maulana, mahasiswa asal Kutai Barat yang kini menempuh studi S2 Pendidikan Agama Islam di Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda, menjadi salah satu penerima Program Gratispol dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
Bantuan ini memastikan biaya kuliahnya terpenuhi, sehingga ia dapat fokus sepenuhnya pada pendidikan.
Adrian mengetahui program ini dari Instagram sebelum akhirnya menelusuri informasi lebih detail dan mendaftar. Ia mengisi formulir online, menyiapkan dokumen persyaratan, dan menunggu proses verifikasi hingga beberapa minggu.
“Setelah finalisasi, saya menunggu verifikasi awal. Kemudian keluar pengumuman tahap satu dan saya lulus,” ungkapnya saat dihubungi melalui Whatsaap.
Melalui Gratispol, biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT) langsung dibayarkan oleh pemerintah ke kampus. Bagi Adrian, dukungan ini sangat berarti.
Ia kini tidak lagi terbebani biaya kuliah dan bisa lebih aktif dalam seminar, perkuliahan, maupun organisasi.
“Beban finansial berkurang, jadi bisa benar-benar fokus kuliah,” jelasnya.
Mengenai ketepatan sasaran, Adrian menilai program ini cukup luas karena mencakup mahasiswa ber-KTP Kaltim minimal tiga tahun, sementara untuk mahasiswa di luar provinsi diprioritaskan bagi yang berkuliah di kampus terbaik nasional atau luar negeri.
Kendati demikian, ia menilai dampaknya jelas dirasakan yakni banyak mahasiswa tak lagi khawatir soal UKT.
Ia berharap pemerintah daerah dapat mempertahankan serta mengembangkan program ini, termasuk menambah dukungan untuk jenjang S2 dan S3 khususnya pada penelitian.
Setelah lulus, Adrian ingin bekerja di lembaga komunikasi publik atau NGO untuk meningkatkan literasi media di kampung halamannya.
“Saya ingin agar akses pendidikan dan informasi di daerah semakin merata dan masyarakat lebih melek teknologi,” katanya.
Adrian juga menyemangati pelajar lain agar tidak takut bermimpi.
“Jika finansial sulit, ada program seperti Gratispol yang bisa membantu. Tetap semangat dan fokus, karena investasi ilmu itu sangat berharga,” pesannya.
(FR/adv/Diskominfo Kaltim)