Internet Desa Kaltim Berlanjut hingga 2029, Layanan Dievaluasi Awal 2026

Kepala Dinas Kominfo Kaltim, Muhammad Faisal

Samarinda: Program Internet Desa di Kalimantan Timur (Kaltim) dipastikan terus berjalan hingga 2029. Pemerintah Provinsi Kaltim menegaskan layanan ini tidak berhenti pada 2025, dan akan diperkuat melalui evaluasi besar-besaran pada Januari 2026.

Kepala Dinas Kominfo Kaltim, Muhammad Faisal, menyebut monev tersebut menjadi penentu kualitas jaringan yang sudah berjalan sekaligus menentukan apakah penyedia layanan dipertahankan atau diganti.

“Awal Januari kami monev. Kita cek apakah fasilitas FO, wireless, atau satelit benar-benar berjalan optimal,” ujarnya di Kantor Gubernur Kaltim.

Ia menegaskan keberlanjutan program sangat bergantung pada kelancaran jaringan. Bila layanan memadai, Internet Desa diteruskan hingga 2029. Jika ditemukan kendala, penyedia akan diganti.

“Kalau provider-nya bagus, ya lanjut. Kalau ada masalah, kita ganti,” katanya.

Saat ini ada tujuh penyedia yang menggarap Internet Desa: Telkom, Telkomsat, Telkomsel, Telkomsel Orbit, Icon Plus, Komtelindo, dan Basecamp. Banyaknya penyedia memberi ruang bagi pemerintah untuk melakukan evaluasi cepat ketika ada keluhan dari desa.

Kominfo juga menyiapkan Zoom Meeting antara gubernur atau wakil gubernur dengan para kepala desa sebagai bukti pemanfaatan nyata layanan. Sekitar 20–30 desa akan dipilih sebagai perwakilan.

Faisal turut menjelaskan serapan anggaran Kominfo yang baru mencapai 50–60 persen disebabkan pola pembayaran layanan internet yang dilakukan di akhir tahun.

“Internet dibayar setahun. Dari Januari dipakai dulu, Desember baru dibayar,” jelasnya.

Ia optimistis serapan anggaran bisa tembus 95 persen pada akhir 2025.

FR/ADV/Diskominfo Kaltim

Exit mobile version