Pemprov Kaltim Perkuat Harmonisasi GratisPol untuk Pastikan Mahasiswa Aman Secara Ekonomi

Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji

Samarinda – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) memastikan penguatan pelaksanaan program bantuan pendidikan GratisPol terus dilakukan, tidak hanya dalam pembiayaan kuliah, tetapi juga pemenuhan kebutuhan hidup mahasiswa penerima manfaat.

Upaya ini ditujukan agar setiap mahasiswa dapat fokus menempuh pendidikan tanpa terkendala masalah finansial.

Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji menegaskan bahwa pemerintah provinsi kini memperkuat koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota dalam penanggulangan kendala biaya hidup mahasiswa di perantauan.

Pemanfaatan fasilitas asrama daerah hingga dukungan program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan menjadi bagian dari solusi agar mahasiswa tidak terbebani biaya tempat tinggal dan konsumsi.

“Mahasiswa dari daerah tertentu sudah menerima bantuan GratisPol dari provinsi. Namun ada yang masih kesulitan biaya tempat tinggal. Dengan adanya asrama milik pemkab dan dukungan CSR perusahaan, kebutuhan itu bisa teratasi,” ujar Seno Aji (16/11).

Menurutnya, kendala utama yang sering muncul berasal dari biaya hidup yang belum seluruhnya tercover bantuan provinsi.

Karena itu, harmonisasi kebijakan antartingkat pemerintahan menjadi langkah penting untuk memastikan manfaat program dirasakan merata oleh mahasiswa dari seluruh kabupaten dan kota.

Pada 2026, Pemprov Kaltim telah menyiapkan anggaran Rp1,3 triliun untuk memastikan pelaksanaan GratisPol berjalan optimal.

“Anggaran tersebut mencakup biaya kuliah dari semester pertama hingga semester delapan, sekaligus mempertahankan keberlanjutan bantuan di tahun-tahun berikutnya,” terangnya.

Seno menyebut tahun ini pemerintah fokus menyelesaikan pembiayaan Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan meningkatkan akurasi pendataan mahasiswa penerima.

Verifikasi yang ketat diperlukan agar bantuan tepat sasaran dan tidak ada mahasiswa yang terlewatkan.

“Target pendataan harus selesai akhir November. SK sudah siap, tinggal penandatanganan untuk melanjutkan tahap berikutnya,” tambahnya.

Ia berharap mahasiswa penerima manfaat dapat memanfaatkan program secara maksimal demi peningkatan prestasi dan kualitas sumber daya manusia Kaltim.

Program GratisPol disebut menjadi model sinergi efektif antar pemerintah dalam pemerataan akses pendidikan tinggi bagi seluruh masyarakat.

“Kami ingin setiap mahasiswa benar-benar merasa aman selama kuliah. Dengan bantuan biaya kuliah dan kebutuhan hidup, mereka bisa fokus belajar dan berprestasi,” tutup Seno Aji.

FR/ADV/Diskominfo Kaltim

Exit mobile version